PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID — RealisasiPendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman dari sektor pariwisata selama periode Januari – Oktober 2023 mencapai Rp2.705.353.799. Jumlah ini berpotensi bertambah mengingat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 semakin dekat.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Padang Pariaman, Muhammad Fadhly mengatakan, semua objek wisata dikelola kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat, dan hanya satu objek wisata yang dikelola oleh swasta. Namun begitu, tetap mendatangkan PAD kepada pemerintah, baik melalui restribusi maupun biaya parkir. “Bulan Agustus 2023 merupakan momen capaian PAD yang paling tinggi, yakni mencapai Rp400 juta,” ujar Fadhly, kemarin.
Ia berkeyakinan, selama libur Nataru akan ada kenaikan jumlah kunjungan wisatawan. Dengan begitu, tentunya akan ada kenaikan PAD Padang Pariaman dari sektor pariwisata.
Ia menyebut, pariwisata merupakan salah satu upaya untuk membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui, yang memerlukan dukungan sektor primer dan jasa berbasis pemberdayaan masyarakat.
Ia menambahkan, Kabupaten Padang Pariaman saat ini memiliki 150 objek Daya Tarik Wisata (DTW) yang tersebar di 17 kecamatan, di mana 6 objek di antaranya merupakan Daya Tarik Wisata Unggulan (DTWU). Salah satu DTWU Padang Pariaman yang sudah mendunia yaitu destinasi ekowisata Nyarai.
Saat ini, Padang Pariaman tengah mengembangkan konsep community based tourism (CBT), yaitu wisata berbasis masyarakat, di mana pembangunan pariwisata berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kepariwisataan. Salah satunya dengan pembentukan pokdarwis.





