Ia berharap, pelaksanaan Poprov Sumbar XVI dan XVII sebagaimana yang telah diterangkan dalam surat keputusan Gubernur itu, bisa berjalan dengan lancar dengan persiapan maksimal. “Apalagi kita sudah beberapa kali absen menyelenggarakan Porprov. Kita sangat berharap Porprov mendatang akan benar-benar menjadi pesta olahraga yang menjadi puncak pembinaan prestasi atlet di daerah,” pungkasnya.
Kembalikan ke Khittah
Pengamat Olahraga Sumatra Barat, Yosrizal menegaskan, keputusan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah untuk menunda dan melakukan penjadwalan ulang penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar ke XVI dan XVII, sudah sangat tepat.
Momentum ini merupakan waktu yang tepat untuk mengembalikan tujuan awal penyelenggaraan Porprov sebagai ajang evaluasi pembinaan prestasi atlet seluruh cabang olahraga di Sumbar. KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, perlu bahu membahu untuk mewujudkan hal itu.
“Porprov harus dikembalikan ke titik awal. Jangan sampai Porpov hanya menjadi ajang prestise dan mengabaikan aspek pembinaan prestasi atlet yang telah berjalan di daerah,” ujarnya kepada Haluan Minggu (10/12).
Yosrizal menekankan, Porprov selanjutnya yang bakal digelar, mesti dilaksanakan dengan konsistensi jadwal yang tetap dan tidak berubah setiap tahunnya. Porprov harus menjadi ajang seleksi bagi atlet untuk bisa berlaga di ajang kompetisi yang lebih tinggi.
Wartawan olahraga senior Sumbar ini juga menegaskan, Pemerintah Daerah dan KONI mesti menyiapkan konsep dan regulasi penyelenggaraan Porprov yang jelas dan terukur. Cabor yang akan dipertandingkan di Porprov, semestinya hanyalah Cabor terpilih yang telah memenuhi sejumlah kriteria dan regulasi baku.





