“Pada kongres PII di Bali beberapa waktu lalu, tema utamanya masih soal iklim dan energi terbaru. Bagi Sumbar yang memiliki banyak danau, ada Danau Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Singkarak dan Koto Panjang, merupakan potensi hadirnya energi terbarukan, tinggal bagaimana insinyur-insinyur muda memanfaatkan dan menggarap potensi ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan, Rifda Suriani, ST,Sp yang ikut hadir saat itu juga menyampaikan bahwa saat ini tengah terjadi perubahan iklim, yang berakibat terjadinya perubahan habitat.
Seringnya terjadi kebakaran hutan dan lahan, juga berdampak berkurangnya kualitas hutan. Belum lagi terus berkurangnya lahan pertanian, yang membuatnya berkurangnya sumber pangan masyarakat.
“Semua kondisi ini, membuat terjadinya bencana-bencana yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Semua, kebanyakan berawal dari perilaku manusia sehingga juga berdampak pada perubahan iklim,” katanya.
Untuk menjaga lingkungan dan guna mengendalikan perubahan iklim, katanya, maka masyarakat harus mengurangi konsumsi bahan kebutuhan fosil, menjaga lahan dari kebakaran serta membuat kegiatan-kegiatan yang ramah lingkungan. “Karya-karya itu akan sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dan perubahan iklim,” katanya lagi.
Sebelumnya, Ketua panitia HUT PIII ke-56, Triana Puspasari melaporkan bahwa pada HUT ke-56 PIII mengusung tema PIII mendukung perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan dan lingkungan.





