Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Kaba Rupa Sulap Stasiun Solok Menjadi Ruang Pameran Seni Estetik

1
×

Kaba Rupa Sulap Stasiun Solok Menjadi Ruang Pameran Seni Estetik

Sebarkan artikel ini
Salah seorang pemural sedang melukis salah satu gerbong kereta di Stasiun Solok. Dalam rangkaian perhelatan Galanggang Arang WTBOS 2023 Stasiun Solok disulap menjadi ruang seni estetik. ADE YUANDHA

Tanpa mengubah kondisi awal stasiun, ingatan terkait WTBOS akan kembali dihidupkan dengan menambah ornamen dari buah pikir para seniman. Bermodal cat, kuas, kayu, triplek, styrofoam, lampu, dan beberapa bahan lainnya, lokasi yang pernah ramai pada masanya itu diubah menjadi wahana perjumpaan bagi khalayak untuk mengenang dan berbagi pengetahuan.

Stasiun Solok dibangun pada rentang tahun 1891-1894 dengan lima jalur dan dua jalurnya merupakan sepur lurus. Tempat ini merupakan satu dari tiga stasiun besar di Sumbar selain Stasiun Padang dan Stasiun Padang Panjang. Stasiun ini merupakan jalur pendukung zona B, menghubungkan Sawahlunto di zona A dan Pelabuhan Emmahaven (Teluk Bayur) di zona C. Pada masa silam kereta api Mak Itam mengangkut batubara melewati jalur ini.

Dulu, Stasiun Solok memiliki banyak fungsi. Selain melayani penumpang, semasa kolonial juga dimanfaatkan untuk menyimpan hasil bumi. Masyarakat juga mengangkut hasil pertanian dengan kereta api untuk dijual ke pasar. Sama seperti stasiun pada umumnya, stasiun yang terletak di Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok ini juga berdekatan dengan pasar. Karenanya, lokasi ini menjadi sejarah dari perkembangan transportasi dan perdagangan di Sumbar.

Baca Juga  Berpredikat Sangat Bagus 5 Tahun Beruntun, Bank Nagari Raih InfoBank Award 2024

Kini Lokomotif diesel BB 204 15 dan BB 204 16 serta satu gerbong yang membawa hasil bumi terletak bisu di dipo Stasiun Solok. Tiga deret gerbong kereta penumpang yang dulu digunakan sebagai KA Wisata Danau Singkarak juga terletak tak terurus di salah satu jalur rel. Kondisi gerbong penumpang yang statusnya sudah laku dilelang itu penuh coretan, kumuh dan berkarat. (h/dee)