Sementara untuk mencegah dan mengatasi potensi kemacetan yang bisa terjadi, kata Luhur Budianda, seperti tahun-tahun sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar juga akan memberlakukan rekayasa dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik-titik potensi kemacetan yang telah terpetakan.
“Begitupun dengan Polda Sumbar yang juga akan menurunkan ribuan tim pengamanan lalu lintas dan sebagainya. Upaya kita memastikan keamanan pengunjung dan wisatawan ke Sumbar, dilakukan secara lintas sektor,” ungkapnya.
Luhur Budianda mengatakan, dirinya telah menghadiri rapat koordinasi mitigasi persiapan libur Nataru bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Pada forum itu memang dijelaskan bahwa aktivitasnya pariwisata di momen Nataru akan meningkat signifikan beberapa persen di seluruh daerah.
Namun prediksi peningkatan angka kunjungan wisatawan itu, juga diikuti dengan peningkatan potensi terjadinya cuaca ekstrem sebab memang musim libur Nataru pada tahun ini diperkirakan berlangsung di tengah musim penghujan.
Atas dasar itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah Kabupaten Kota untuk melakukan antisipasi penuh waspada bencana yang sering terjadi di musim hujan.
Ia menambahkan, pada akhir tahun ini, Sumbar masih memiliki beberapa iven pariwisata yang akan digelar di sejumlah kabupaten/kota. Seperti misalnya iven Sport Tourism berupa Colour Run dan balap sepeda di Kota Padang, serta beberapa agenda pariwisata budaya lainnya.





