PASBAR, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memantau perkembangan pembangunan di Pelabuhan Teluk Tapang, terutama akses jalan.
Untuk memantapkan koordinasi itu, Pemprov Sumbar bersama Pemkab Pasbar menggelar Sosialisasi Percepatan Pembangunan dan Pemanfaatan Sisi Darat Pelabuhan Teluk Tapang, di Aula Kantor Bupati Pasbar, Selasa (19/12).
Sosialisasi dibuka Bupati Pasbar, Hamsuardi didampingi Wabup Pasbar, Risnawanto; Sekda Pasbar, Hendra Putra; dan Kepala Dishub Pasbar, Bakaruddin. Kegiatan ini dihadiri Kepala Dishub Sumbar, KSOP Kelas II Teluk Bayur, serta Asisten, Staf Ahli, kepala OPD, sekretaris, kabag, kabid, hingga staf lingkup Pemkab Pasbar.
Kepala Dishub Sumbar, Dedy Diantolani menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan pertemuan yang sangat strategis. Sebab, Pelabuhan Teluk Tapang bukan hanya kebanggaan Pasbar saja, tetapi juga menjadi kebanggaan Sumbar. Untuk itulah, sosialisasi dilakukan dengan tujuan agar seluruh peserta sosialisasi memiliki pemahaman dan suara yang sama bahwasanya ini adalah proyek strategis.
“Pembangunan ini sudah dimulai sangat lama dan luar biasa pembangunannya. Studi kelayakan pembangunan sudah dimulai dari tahun 2006. Anggaran pekerjaan fisik ini sudah cukup besar. Tahap I sisi perairan anggarannya hampir Rp13 miliar; tahap II senilai Rp 14 miliar; dan sampai di tahap VI total hampir Rp300 miliar. Sekarang, tinggal sisi darat sesuai dokumen awal seluas 12,5 hektare akan dikelola oleh Kemenhub sesuai usulan. Jika hanya mengandalkan APBD kabupaten dan provinsi saja, sampai beberapa tahun ke depan pembangunan Teluk Tapang ini tidak akan selesai,” katanya.
Sementara itu, Bupati Pasbar, Hamsuardi menyebutkan, Teluk Tapang merupakan pembangunan primadona Pasbar. Namun, karena selama bertahun-tahun pembangunan tersebut belum dapat diselesaikan, maka sisi darat Teluk Tapang akan diserahkan pada pusat.





