UZBEKISTAN, HARIANHALUAN.ID — Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menghadiri Sidang Komite Ekeskutif GOPAC, organisasi parlemen global melawan korupsi atau Global Organisation of Parliamentarians Against Corruption di Kota Tashkent, Uzbekistan pada Rabu (20/12). Kegiatan tersebut diselenggarakan bersamaan dengan penganugerahan penghargaan internasional anti-korupsi sesi ke-7 atau the 7th International Anti-Corruption Excellence Award.
Fadli diundang ke acara tersebut dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden GOPAC dan Presiden Organisasi Parlemen Asia Tenggara anti Korupsi atau Southeast Asian Parliamentarians Against Corruption atau disingkat SEAPAC
Bukan kali ini saja, Fadli telah rutin menghadiri acara yang digagas oleh Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani itu sejak tahun 2016. Penganugerahan ini diselenggarakan tiap tahun oleh the Rule of Law and Anti-Corruption Center (ROLACC), sebuah organisasi nirlaba yang konsen terhadap isu anti-korupsi berbasis di Doha, Qatar serta didukung penuh oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan / United Nations Office on Drugs and Crime. Kali ini, penganugerahan tersebut juga bekerjasama dengan Lembaga Anti-Korupsi Republik Uzbekistan.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon lebih dulu menyaksikan langsung peresmian “patung tangan” atau Hand Statue di Pusat Kota Tashkent, Uzbekistan oleh Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani dan Presiden Republik Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev. Patung tersebut merupakan simbol gerakan anti-korupsi global yang saat ini telah dibangun di beberapa kota dunia mulai dari Wina (Austria), Jenewa (Swiss), Tunis (Tunisia), Kigali (Rwanda), Doha (Qatar), dan Putra Jaya (Malaysia).
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut kemudian menjadi tamu undangan dalam acara puncak penganugerahan penghargaan anti-korupsi yang dibuka oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Penegakan Hukum Alexandre Zouev, dan Direktur ROLACC dan Presiden GOPAC Ali Bin Fetais Al Marri serta dihadiri oleh ratusan akademisi, pejabat pemerintahan, anggota parlemen, jurnalis, hingga pegiat anti-korupsi dari seluruh dunia.
Sebagai informasi, penghargaan ini diberikan kepada pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi positif bagi upaya pemberantasan korupsi dalam empat kategori yaitu pendidikan dan penelitian, jurnalisme investigasi dan inovasi, korupsi di bidang olahraga, serta kategori kreativitas dan keterlibatan pemuda. Penerima penghargaan ini telah tersebar di berbagai negara di dunia dan berlatar belakang berbagai profesi mulai dari pejabat pemerintahan, akademisi, praktisi anti-korupsi hingga jurnalis.





