KAB. LIMAPULUH KOTA

Waspada, Ancaman Banjir Masih Hantui 50 Kota

1
×

Waspada, Ancaman Banjir Masih Hantui 50 Kota

Sebarkan artikel ini

LIMA PULUH KOTA, HARIANHALUAN.ID — Sudah sepekan ini hujan terus mengguyur langit Kabupaten Lima Puluh Kota. Cuaca mendung dan langit gelap mengiringi perjalanan kabupaten di bagian utara Sumbar itu selama 7 hari terakhir ini.

Bahkan, parahnya, terjadi luapan air dimana-mana hingga merendam kawasan pertanian dan rumah-rumah warga di Kabupaten Lima Puluh Kota itu.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lima Puluh Kota, setidaknya akibat hujan yang tiada henti itu sudah merendam hampir seribu rumah warga dan ribuan hektar lahan pertanian.

“Sekarang banjir sudah surut tapi intensitas hujan masih tinggi,” ujar Ramadinol Kepala BPBD Lima Puluh Kota pada Jumat (22/12) siang.

Katanya, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika meminta masyarakat di 7 kecamatan perlu untuk antisipasi potensi banjir. Ke 7 kecamatan itu, yakni Kecamatan Kapur IX, Kecamatan Pangkalan, Kecamatan Mungka, Kecamatan Suliki, Kecamatan Bukit Barisan, Kecamatan Payakumbuh, Kecamatan Harau, Kecamatan Gunuang Omeh dan Kecamatan Guguak.

Baca Juga  LSI: Kepercayaan Publik Pada Polri Terus Naik Diatas KPK

“7 kecamatan ini, sekarang waspada terhadap banjir. Kepada masyarakat kita minta tetap siaga terhadap bencana banjir ini,” ujar Ramadinol.

Dikatakannya lagi, meski pada Kamis (21/12) kemarin luapan air dan aliran sungai Batang Sinamar sebagai induk sungai di Kabupaten Limapuluh Kota sempat surut tetapi Jumat (22/12) ini debit air kembali meningkat.

“Air sempat surut tetapi hari ini kembali meningkat. Untuk kawasan wisata Harau air tidak sampai meluap seperti beberapa hari lalu,” katanya.

Untuk kondisi Lima Puluh Kota sepekan terakhir ini, air meluap menyebabkan banjir di sejumlah titik. Yaitu di kawasan wisata Harau, air menggenangi kawasan tersebut setinggi pinggang orang dewasa. Di sana banjir merendam lebih 500 unit rumah.

Warga setempat terpaksa mengungsi, pindah ke posko banjir untuk bertahan. Begitu juga di Taram, ratusan rumah warga setempat juga terendam banjir. Kawasan pertanian di sepanjang aliran sungai Batang Sinamar sampai ke Lareh Sago Halaban, rata oleh air. Sawah-sawah, ladang serta kolam ikan sudah seperti danau.

Baca Juga  Manfaat Lidah Buaya

“Ada 4 posko pengungsian banjir yang didirikan. Banyak lahan pertanian warga yang gagal panen,”ujarnya.

Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo tidak tinggal diam terhadap bencana banjir yang terjadi. Dengan merangkul instansi vertikal seperti TNI Polri, Bupati mendatangi posko-posko pengungsian dan mencek langsung kondisi daerah yang dilanda banjir.

“Banyak warga kita yang terdampak bencana ini. Bantuan kita sebar untuk mengatasi kedaruratan kepada korban banjir,” ujar Bupati Safaruddin.

Bupati meminta wali nagari daerah yang terdampak banjir untuk mendata kerugian banjir yang di derita oleh warga. Kerugian atas kerusakan rumah-rumah warga dan kerugian gagal panen terhadap areal pertanian.

“Mudah-mudahan banjir tidak terjadi lagi. Hujan hendaknya berakhir,” harap Bupati lagi. (h/ddg)