NASIONAL

Presiden ALSA Indonesia Adhiqhy Putera Imansyah: Profesi Sarjana Hukum Bakal Alami Era Disrupsi

2
×

Presiden ALSA Indonesia Adhiqhy Putera Imansyah: Profesi Sarjana Hukum Bakal Alami Era Disrupsi

Sebarkan artikel ini
ASLA
Presiden ALSA Indonesia, Adhiqhy Putera Imansyah bersama Dekan FHUK Unand, DR. Ferdi, SH. MH

Di tahun ini, program AICT hadir dengan kemasan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu, hanya dalam bentuk talkshow saja. Tema kegiatan tahun ini adalah “Pioneering Pathways In Law: Exploring Diverse Legal Careers”, yang berarti mengeksplor berbagai karir dibidang hukum.

Dalam program yang digelar mengawali tahun 2024 ini, AICT menghadirkan para narasumber yang profesional dan berpengalaman dibidangnya, seperti notaris, advokat bahkan jurnalis.

“Asian Law Students’ Association di singkat “ALSA” Indonesia, juga menghadirkan berbagai company dan law firm yang belum pernah dihadirkan sebelumnya,” ucap mahasiswa FHUK Unand ini.

Baca Juga  UNAND Tuan Rumah Entrepreneur Hub Goes to Campus

Lebih lanjut dikatakannya, pada sesi talkshow hadir sebagai narasumber Eri Setiawan S.H., LL.M. MCIArb, AIIArb, adalah seorang advokat senior dari Assegaf Hamzah & Partners, Irma Devita S.H., M.Kn notaris senior dan Arief Suditomo, S.H., M.A sebagai jurnalis senior yang sekarang menjabat Programming and Development Director di Media Metro TV.

Para pembicara memberikan ilmu bagaimana kiat-kiat untuk menjadi sukses dibidangnya masing-masing. Selain itu, pembicara juga memberikan pandangan kepada anak muda terkait dengan tantangan dan rintangan yang bakal dihadapi 5 sampai 10 tahun ke depan.

”Beberapa tahun ke depan berprofesi dibidang hukum akan menghadapi era baru, yaitu era disrupsi digital, dimana para pekerja dituntut untuk bekerja berdampingan dengan teknologi. Sebagai Gen-Z, adik-adik harus memiliki kemampuan yang lebih dan memiliki mental yang kuat dalam dunia pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga  Masa Sulit Koperasi di Sumbar, Manajemen Lemah dan Regulasi Kurang Mendukung

Adhiqhy sang Presiden ALSA yang baru kali ini dijabat mahasiswa FHUK Unand ini menambahkan, bahwa program AICT ini memberikan semangat baru kepada 150 orang yang ingin terjun ke dunia profesional. Paling tidak, kami ALSA Indonesia turut memikirkan apa yang menjadi beban pemerintah dalam penanggulangan pengangguran
tingkat tinggi.