“Namun sayangnya, sampai saat ini pun kita masih belum melihat adanya satu pun BUMNag yang memang bergerak serius di bidang pertanian. Ini harus menjadi catatan penting bagi kita,” katanya.
Ia juga menegaskan, membangun sektor pertanian Sumbar, tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan pembiayaan dari APBD saja. Pemprov Sumbar perlu lebih menggencarkan lobi-lobi kepada pemerintah pusat.
Sebab kenyataannya, meskipun secara sekilas anggaran OPD bidang pertanian terlihat besar, namun jumlah itu juga mencakup anggaran operasional, biaya perjalanan dinas, rapat-rapat hingga anggaran-anggaran lainnya yang tidak menyentuh langsung petani
“Jika hanya mengandalkan dana APBD, sektor pertanian Sumbat hanya akan jalan di tempat. Saat ini kita butuh lobi-lobi ke pusat terkait pertanian Sumbar, karena dana pokok pembangunan untuk OPD sektor pertanian masih kurang. gubernur dan timnya perlu memperkuat lobby ke pemerintah pusat,” pungkasnya. (h/fzi)





