UTAMA

KPU Masih Membangkang, Pemilu Tanpa Irman Gusman Ilegal

1
×

KPU Masih Membangkang, Pemilu Tanpa Irman Gusman Ilegal

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara Irman Gusman Center (IGC) Jakarta, Izwaryani

Lebih jauh Izwaryani mengatakan, dua periode berikutnya lebih cemerlang, beliau didapuk menempati pucuk pimpinan lembaga besutannya itu. Jarang ada orang terpilih jadi ketua lembaga tinggi negara dua periode berturut-turut, bahkan tiga periode jika digabung dengan posisi wakil ketua sebelumnya.

Setelah satu periode lebih dipisahkan nasib dengan lembaga cinta matinya itu, akhir-akhir ini banyak tokoh mendatangi beliau meminta kesediaan beliau mencalon kembali. Bukan apa-apa, melainkan untuk membenahi kembali kelembagaan DPD RI ini.

Mereka menyebutkan bahwa di tangan dingin Irman Gusman DPD tumbuh menjadi lembaga yang berwibawa. Belum ada Ketua DPD yang lain yang berhasil membawa lembaga ini menjadi sangat disegani seperti ketika di tangan beliau.

Baca Juga  Sistem One Way Dinilai Sukses, Penanganan Kemacetan di Sumbar Masih Butuh Evaluasi

“Maka di usia 62 tahun yang sudah cukup sepuh ini, sebetulnya beliau sadar bahwa yang terbaik untuk beliau adalah istirahat menepi dari hiruk-pikuk politik seperti yang telah beliau nikmati satu periode terakhir ini. Tapi beliau tidak bisa menutup hati tatkala Ibu Pertiwi berkenan memanggil kehadiran beliau kembali. Bahkan teman sejawat dulu, yang sejatinya merupakan kompetitor dalam kontestasi pemilu ini berkali-kali mengingatkan beliau untuk segera mendaftar kembali,” ujarnya. 

Menutup kabar historis ini, katanya, beberapa dari tokoh nasional malah menyebut betapa zhalimnya KPU sekarang. Tokoh pendiri DPD yang telah dirundung fitnah keji dengan kesalahan yang terbukti di Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (MA), kini dipecundangi lagi dengan kejamnya. Menebas lagi dengan pedang yang tadi telah dipatahkan oleh MA. 

Baca Juga  Puluhan Warga di Padang Pariaman dan Dharmasraya Jadi Korban Penipuan Biro Umrah

“Mundur dari pencalonan bukanlah solusi dari kemelut pencalonan beliau ini. Melainkan bahu tempat tergantungnya tangan jahat yang telah mencencang beliau itulah yang mesti memikul tanggung jawabnya. Bukan dikembalikan ke bahu beliau. Ini baru pelajaran politik berharga bagi bangsa ini. Agar beliau tidak sia-sia berkorban selama satu periode lebih ini. Akhirnya, Fiat Justitia Ruat Caelum, hukum harus senantiasa ditegakkan, tidak peduli langit runtuh sekalipun,” ucapnya. (h/fdi)