Sementara, 58 orang berada di Kecamatan Sungai Puar dari 14 rumah terdata dengan jumlah KK sebanyak 17 di daerah Jorong Simpang Tiga, Padang Tarok, Limo Kampung dan Jorong Sariak.
Menurutnya Bambang, kearifan lokal masyarakat setempat ikut mempengaruhi aktivitas pengungsian warga yang hanya meninggalkan rumah di malam hari. “Warga terdampak diterima menginap oleh kerabatnya yang berada di zona aman dengan keterikatan hubungan adat atau satu suku, meski begitu tim gabungan tetap mengawasi dan memastikan keamanannya,” kata Kalaksa.
Bambang Warsito mengaku telah mengirimkan surat siaga bencana kepada Pemda setempat.
Ia menyebut surat siaga darurat bencana itu juga telah diteken oleh Bupati Agam. Mulai berlaku terhitung tanggal 10 Januari sampai 24 Januari mendatang. “Bupati Agam kita sarankan, kita keluarkan surat siaga darurat bencana dan sudah ditandatangani oleh Bupati. Status siaga darurat mulai tanggal 10 sampai 24 Januari,” katanya.
Sementara itu, Bupati Agam, Andri Warman menambahkan untuk kerugian warga yang terdampak berupa gagal panen atau lainnya akan dicarikan penggantian biaya melalui dana tanggap darurat.
“Benar banyak warga dari kalangan petani yang merugi, dalam rapat evaluasi disimpulkan untuk mendapatkan dana tanggap darurat dari BNPB pusat, semua akan dikoordinasikan terlebih dulu,” kata Bupati.





