Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Status Siaga Darurat, 158 Warga Terdampak Erupsi Marapi

1
×

Status Siaga Darurat, 158 Warga Terdampak Erupsi Marapi

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Agam menetapkan status siaga darurat seiring dengan terus meningkatnya aktivitas erupsi Marapi.
Pemerintah Kabupaten Agam menetapkan status siaga darurat seiring dengan terus meningkatnya aktivitas erupsi Marapi.

PVMBG mendata Gunung Marapi (2.891) mdpl hingga saat ini masih mengalami erupsi dengan total letusan 130 kali dan hembusan 696 kali.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Fajar Sukma, menyebutkan, dalam menyikapi status Level III Siaga, masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) dua radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Merapi sudah diinstruksikan untuk mengosongkan wilayah tersebut. Disebutkannya juga bahwa ada delapan rumah warga yang berada di sekitar kawah diminta untuk kooperatif meninggalkan rumahnya.

“Mereka diarahkan untuk mengungsi ke rumah keluarga mereka masing-masing yang berada di luar wilayah yang berkemungkinan terkena dampak erupsi. Untuk daerah Kota Bukittinggi kami juga mengimbau selalu waspada saja karena lokasinya juga lumayan jauh dari pusat erupsi,” ujarnya. 

Baca Juga  Tanah Longsor Tutup Total Akses Palembayan–Matur, Dua Rumah Warga Rusak

Kemudian ia katakan, koordinasi di tingkat stakeholder dan OPD terkait sudah dilakukan serta peringatan kesiapsiagaan kepada dinas kesehatan untuk disampaikan kepada puskesmas dan pustu untuk menyiapkan obat-obatan dan masker. 

“BPBD juga menyiapkan masker sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila nanti situasinya semakin memburuk. Dinsos juga dikerahkan untuk menyiapkan bantuan berupa dapur umum, bantuan logistik di pengungsian. Meskipun belum sepenuhnya dikerahkan, tapi sudah diminta untuk standby,” tuturnya. 

Fajar menambahkan bahwa TNI, Polri serta Forkopimda kabupaten kota juga diarahkan untuk terus siap siaga menghadapi situasi terburuk. “Mereka sudah diarahkan untuk melakukan rencana kontinjensi berupa memasang rambu-rambu evakuasi  saat situasi memburuk agar masyarakat tidak kalang kabut karena arah evakuasi sudah jelas,” ujarnya

Baca Juga  Ratusan Tukang Pikek Berkumpul di Nagari Batu Payuang