Ia juga mendorong para Caleg untuk terus mendorong kebijakan-kebijakan progressif yang menyangkut dengan program pengentasan kemiskinan, terutama pada perempuan-perempuan Single Parent yang berperan sebagai kepala keluarga.
“Kita juga membutuhkan Caleg yang mampu menciptakan pendidikan inklusif atau pendidikan untuk semua disamping perlindungan dan pemenuhan hak-hak lansia sehingga tidak ada lagi kekhawatiran di hari tua,” pungkasnya.
Sementara itu, Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Sumbar, Samaratul Fuad, menegaskan, masyarakat Sumbar membutuhkan wakil rakyat yang memiliki visi yang jelas terkait dengan strategi pemberdayaan perempuan.
“Keberpihakan ini penting sebab sampai saat ini masih sangat banyak perempuan-perempuan Single Parent Sumatra Barat yang menjadi pejuang rupiah untuk menghidupi keluarga mereka,” ujarnya kepada Haluan Kamis (25/1).
Menurut Samaratul Fuad, hampir di seluruh daerah di Sumbar, sampai saat ini masih sering ditemui adanya kaum ibu yang berjuang mati-matian mencari nafkah untuk keluarganya. Wanita-wanita kuat pejuang rupiah ini, bahkan keberadaannya bisa ditemui dengan mudah dimana-mana. Termasuk di pasar-pasar tradisional dan pusat-pusat ekonomi lainnya.
“Pemerintah daerah, maupun para wakil rakyat yang akan duduk di kursi parlemen nantinya, perlu menjadikan agenda pemberdayaan ekonomi mereka ini sebagai agenda utama yang akan diperjuangkan,” ucapnya.





