UTAMA

Diskusi Publik 19 Tahun AJI Padang, Pertaruhan Muruah Demokrasi di Tengah Gejolak Pemilu

1
×

Diskusi Publik 19 Tahun AJI Padang, Pertaruhan Muruah Demokrasi di Tengah Gejolak Pemilu

Sebarkan artikel ini
Diskusi Publik AJI Padang dengan tema Masyarakat Sipil Menghadapi Pemilu 2024 menyoroti sejumlah tantangan demokrasi hari ini di tengah dinamika tahun politik. IST

Sementara itu, Direktur WALHI Sumbar Wengki Purwanto menyoroti bagaimana krisis politik membawa krisis ekologi. Ia mengibaratkan panen bencana ekologis akan semakin terakumulasi jika memilih pemimpin yang peduli terhadap lingkungan..

Wengki melihat bahwa agenda pembangunan pemerintah saat ini lebih mengutamakan kepentingan pengusaha daripada kepentingan rakyat.

“Contoh PSN di Air Bangis. Bagaimana bisa 70 persen dari luas wilayah nagari tersebut diberikan kepada badan hukum korporasi. Rakyat dipenjara karena berada di kawasan hutan yang ironisnya akan dihapuskan untuk kepentingan komersialisasi,” paparnya.

Baca Juga  Jabatan Berakhir, Audy Nyatakan Bakal Berkontribusi untuk Sumbar

Di sisi lain, Direktur YCM Mentawai Rifai Lubis menyoroti marginalisasi yang dialami oleh masyarakat adat dalam proses pembangunan. Ia menilai, kebijakan dan undang-undang yang ada cenderung mengabaikan keberadaan dan hak-hak masyarakat adat.

“Pemilu hanya memberi harga pada kelompok mayoritas, sementara masyarakat adat sering diabaikan,” tuturnya.

Rifai menjelaskan idealnya pemilihan pemimpin dan pengambilan kebijakan harus memperhitungkan hak-hak masyarakat adat. “Salah satu fungsi pemilu adalah seleksi kebijakan. Pemilu harus menawarkan kebijakan yang mengakomodasi hak-hak masyarakat adat,” tambahnya. (h/fzi)

Baca Juga  Respons Cepat, Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan Kereta Api Brantas yang Tabrak Kontainer di Semarang