Menilik data Riskesdas 2018 dimana 95,5 persen orang Indonesia belum pernah mengunjungi dokter gigi.
Program ‘Senyum Sehat Indonesia’ merupakan satu upaya nyata dalam mengurangi permasalahan gigi dan mulut di Indonesia, termasuk di kota Padang.
Lebih lanjut, Riskesdas juga memperlihatkan hanya 2,8 persen orang Indonesia yang menyikat giginya di waktu yang tepat, menyebabkan 7 dari 10 orang mengalami gigi berlubang.
Program Senyum Sehat Indonesia ini tak hanya menawarkan perawatan gigi tanpa biaya, melainkan juga melibatkan Program Sekolah dan Pesantren Sehat, dengan tujuan menanamkan kebiasaan menyikat gigi pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur sesuai rekomendasi FDI (Fédération Dentaire Internationale).
Program ini telah dimulai di Pesantren Al-Falah, salah satu pesantren terbesar di kota Padang, dan akan bergulir sepanjang tahun 2024 untuk menjangkau 1 juta santri di seluruh Indonesia.
Terjun langsung melakukan edukasi di Pesantren Al-Falah, Prof. Dr. drg. Nila Kasuma, M. Biomed, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas, menyampaikan pentingnya edukasi sebagai bagian untuk perubahan perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik.
Mengingat berdasarkan hasil Riskesdas, Sumbar juga termasuk salah satu provinsi yang hanya 1,2 persen penduduknya menyikat gigi di waktu yang tepat.





