Kemudian, program pengurangan kantong kemiskinan yang meliputi, pemenuhan infrastruktur layanan dasar seperti penyediaan SPAM, Pamsimas, IPLT, Ipal Komunal, Kotaku, Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Penyediaan Infrastruktur Dasar Lingkungan.
Selain itu, peningkatan konektivitas antarwilayah seperti pembangunan dan peningkatan sarana pembangunan dan infrastruktur jalan.
“Program Bantuan Pendidikan meliputi Program Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Seragam Gratis, Beasiswa Mahasiswa Miskin Berprestasi serta Bantuan keuangan khusus (BKK) dari APBD daerah yang ditumpangkan ke Provinsi untuk siswa siswi SMA/SMK. Di bidang kesehatan, Bantuan Kesehatan berupa Bantuan Iuran BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan dan lainnya,” terangnya.
Selain itu, Bantuan Sosial berupa PKH, BPNT, BLT Desa, Bantuan Sosial Tunai, Bansos, Bantuan alat bantu penyandang disabilitas dan lanjut usia, Bantuan Permakanan dan Bantuan Perumahan berupa Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni.
Sementara itu, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir SSTP,M.SI mengaku bersyukur bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sijunjung terus menurun dan akan terus senantiasa berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Sijunjung.
“Alhamdulillah, jajaran Pemkab Sijunjung sangat konsentrasi dalam program penurunan kemiskinan ditambah Pemerintah Daerah Sijunjung pada tahun 2023 juga menerima insentif fiskal senilai Rp.11.780.311,000,” ujarnya
Ini diraih atas kinerja dalam penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting. Salah satunya melalui program pemberdayaan dan program ekonomi serta pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dapat meningkatkan pendapatan warga masyarakat.





