“Konsepnya prestasi, tapi lebih menekankan kepada goweser-goweser dan hobbies. Konsepnya 80 persen hobbies dan 20 persen untuk konsep prestasi,” katanya.
Apabila pada Tour de Singkarak pada tahun-tahun sebelumnya pemerintah harus merogoh kocek sekitar Rp10 sampai Rp15 milliar dari APBN maupun APBD, menariknya pada tahun ini pemerintah bahkan tidak mengalokasikan dana khusus bagi penyelenggaraan kegiatan ini.
“Artinya, murni dari pihak pengelola atau EO yang jadi penyelenggara. Kita hanya membantu memfasilitasi tempat start, panitia serta perizinan terkait dengan kegiatan Tour de Singkarak kali ini,” ucap Meifrizon.
Ia mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan salah satu langkah jitu Pemprov Sumbar untuk mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan ke Sumatra Barat
“Target peserta sekitar 1.600 orang termasuk peserta internasional. sementara perputaran uang yang terjadi dari sektor akomodasi, makan minum hingga perhotelan diperkirakan bisa menembus angka Rp7 hingga Rp9 milliar,” tuttnya. (*)





