PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID- Setelah menamatkan kuliah di Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 2012, Ritno Kurniawan bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga merangkul pembalak liar Hutan Gamaran Kecamatan Lubuk Alung Padang Pariaman menjadi pemandu wisata.
“Kita melihat Hutan Gamaran, Padang Pariaman, digunduli setiap hari oleh pembalak liar, tak kurang 15-20 balok Setiap hari,” Ujar Ritno kepada Haluan beberapa waktu lalu.
Ia kemudian mendapatkan pelatihan dan masukan dari Pemerintah Daerah Padang Pariaman merubah prilaku masyarakat sekitar, dari penebang kayu menjadi pemandu wisata.
Dengan metode pemberdayaan serta mendekati tokoh adat di hutan gamaran. Ia berhasil meyakinkan warga yang dulu menolaknya dalam mengelola kawasan ekowisata Nyarai hutan Gamaran.
Selain itu, Ritno mendirikan usaha Arung Jeram yang diberi nama L.A Rafting yang memanfaatkan aliran Sungai Barang Anai dari Kayu Tanam sampai ke Lubuk Alung, dengan menjual paket wisata petualangan arung jeram dan outbound.
Dia juga memberdayakan warga disekitar aliran sungai dengan melatihnya menjadi pemandu wisata arung jeram, penyedia jasa makanan, tim rescue dan penyedia jasa transportasi.
Pria kelahiran 90an ini, juga menjaga kelestarian sungai, dengan mangadakan aksi bersih sungai oleh tim L.A Rafting.





