Untuk tahap awal pembangunan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk memulai pembangunan. Selain bagi siswa Perguruan Islam Ar Risalah (PIAR), camp tahfiz ini kedepannya juga bisa dipergunakan oleh masyarakat umum yang ingin menghafal Al-Qur’an.
“Mudah-mudahan ini bisa terealisasi dan pahalanya bisa mengalir kepada pihak keluarga almarhum (Bapak Sulaiman) yang telah menyediakan tanah wakaf,” ujarnya.
Diketahui, Yayasan Waqaf Ar-Risalah yang menaungi PIAR tiap tahunnya terus melahirkan para hafiz Qur’an. Dengan pembangunan camp tahfiz ini, capaian hafalan Qur’an para siswa PIAR diharapkan bisa meningkat, baik secara kualitas dan kuantitas.
“Nantinya, secara bergilir, siswa dan siswi Ar Risalah akan di-camp-kan di sini sehingga mereka bisa mengalami peningkatan dalam menghafal Al-Qur’an,” katanya.
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa keberadaan camp tahfiz ini juga penting dalam rangka percepatan penghafalan Al-Qur’an oleh masyarakat sekitar dan tempat interaksi para remaja dan pemuda dengan Al-Qur’an.
“Al-Qur’an adalah pondasi terkuat untuk menghadirkan perubahan ke arah kebaikan sebuah masyarakat. Kita punya keyakinan jika generasi muda sedini mungkin menghafal dan berinteraksi dengan Al-Qur’an, Insyaallah masa depan bangsa ini akan baik,” ungkap Ustaz Irsyad.
Sekedar informasi, peletakan batu pertama pembangunan Camp Tahfiz Ar Risalah ini merupakan salah satu angenda dari rangkaian kegiatan peringatan 20 tahun PIAR.





