“Kerugian ditaksir mencapai Rp65.975.000,-,” ungkapnya.
Kadis Pertanian mengimbau kepada petani yang terdampak banjir untuk tanam padi selanjutnya menjadi peserta Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP).
Melalui asuransi ini, petani hanya membayar Rp36.000/ha permusim tanam.
“Petani yang ikut asuransi, apabila terjadi banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), akan bisa mengklaim asuransinya Rp 6 juta perhektare permusim tanam,” ujarnya. (*)
WhatsApp Harianhaluan.id
+ Gabung





