Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Perjuangan Rya Keluar dari Banjir Bandang, Suami dan Keluarga Ditemukan Meninggal Berpelukan

0
×

Perjuangan Rya Keluar dari Banjir Bandang, Suami dan Keluarga Ditemukan Meninggal Berpelukan

Sebarkan artikel ini
Rya bersama anak dan ibunya Tamhelni saat ditenda. Sekarang hanya tenda tempat ia dan keluarganya berteduh karena rumahnya hancur dihantam banjir Kamis (7/3) lalu. IRHAM

Sahur dan buko di agiah tetangga dan dunsakan, kadang adoh kadang ndak. Amak ndak adoh karajo, butuh bantuan. (Sahur dan berbuka dibantu tetangga dan keluarga, kadang ada kadang tidak ada. Saya tidak ada kerja, membutuhkan bantuan),” ujar Tamhelni.

Ia mengharapkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. Jika tidak bantuan berkemungkinan besar keluarga ini akan tetap tinggal di tenda pengungsian. Pasalnya, semua harta benda semuanya telah hilang akibat banjir bandang tersebut.

Amak dapek tenda hari Jumat, ndak adoh barang yang salamaik. Amak harok adoh bantuan dari pemerintah untuk tagak rumah. (Kami dapat tenda hari Jumat, karena tidak ada barang yang selamat. Kami harap ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah untuk tempat tinggal),” ucapnya.

Baca Juga  Optimalkan Perlindungan Pekerja, Pemerintah Terbitkan PP JKP dan JKK BPJS Ketenagakerjaan

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan pada Kamis 7 Maret 2024 menelan sedikitnya 25 korban jiwa. Selain itu, masih ada empat orang dinyatakan hilang dan tidak diketahui keberadaannya yang masih dalam pencarian.

Di Kecamatan Sutera, tepatnya di Kampung Langgai, Nagari Gantiang Utara Mudiak Surantiah dan Kampung Ampalu, Nagari Ganting Selatan Mudiak Surantiah. Musibah ini menjadi duka yang amat mendalam bagi ratusan warga di sana. (h/*)