PARIWISATATANAH DATAR

113 Tahun Alek Kapalo Banda, Berawal dari Nazar Sumber Air Hingga Tradisi Pemupuk Kerukunan Warga

2
×

113 Tahun Alek Kapalo Banda, Berawal dari Nazar Sumber Air Hingga Tradisi Pemupuk Kerukunan Warga

Sebarkan artikel ini

Dikesempatan itu, Bupati Eka Putra juga berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan sebagai kearifan lokal.

“Mudah-mudahan ini bisa terus kita pertahankan, sehingga menjadi contoh bagi 300 lebih jorong lainnya yang ada di Tanah Datar. Yakinlah pemerintah bersama DPRD akan selalu ada dan siap membantu semaksimal mungkin,” ujar Eka Putra dihadapkan ratusan warga masyarakat jorong Pincuran Tujuh.

Selanjutnya, Eka Putra juga menyampaikan informasi terkait dengan program unggulan pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang semuanya ditujukan untuk menyejahterakan masyarakat.

Baca Juga  Bupati Tanah Datar Paparkan Progul Terkait Pertanian

Sementara, Ketua DPRD Tanah Datar Roni Mulyadi Dt Bungsu yang juga hadir pada kesempatan itu sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Bupati. Dia mengatakan, tradisi seperti ini perlu untuk terus dipertahankan dan pihaknya sebagai wakil rakyat selalu mendukung apapun yang diminta oleh masyarakat.

Dilain pihak Wali Nagari Batipuh Baruah Mulyadi BJ mengharapkan tradisi alek kapalo banda masyarakat jorong Pincuran Tujuh ini bisa dijadikan sebagai event daerah. Pihaknya siap berkoordinasi menerima arahan dari Pemda terkait tata cara pelaksanaannya.

Baca Juga  Pemkab Tanah Datar Desak DPRD Sahkan Ranperda Nagari

Sementara salah seorang tokoh masyarakat setempat C. Dt. Mudo, menjelaskan bahwa alek kapalo banda ini merupakan tradisi yang turun dari mamak ke kamanakan.