“Ada beberapa aspirasi agar saya maju di Sumbar atau daerah lain, tapi saya masih butuh waktu untuk mempertimbangkannya,” ungkap Surya.
Dia menegaskan pertimbangan mendalam tentu harus dia lakukan dan harus menghitung potensi dan berbagai kemungkinan sebelum memutuskan untuk maju dalam kancah politik tersebut, karena ia menyadari bukanlah seorang politisi, Tak punya kartu anggota partai (KTA).
Apalagi selama ini dia dikenal seorang profesional di bidang perminyakan, dan harus mempertimbangkan amanah yang belum lama disandangnya di PT Pertamina International Shipping (PIS).
Surya pun pada tahun 2023 mendapat amanah dari kaumnya di Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Ia mengaku gelar pusako adat Datuak Rangkayo Mulia Nan Di Apa dari kaum Suku Guci di Koto Laweh.
“Kalau pun maju, tentu lewat jalur independen atau ada partai meminang,” tuturnya.
Mengenal Lebih Dekat STH seperti yang disebutkan Surya Tri Harto, berbagai pertimbangan harus dia dalami. Apalagi dalam Pemilu 2024 banyak sosok yang familiar di tengah Sumatra Barat, telah banyak berbuat untuk masyarakat, namun tidak berhasil terpilih menjadi wakil rakyat.
Fenomena ini harus dikaji dengan sebaik-baiknya. Namun tidak ada salahnya jika dipaparkan sedikit tentang STH. Surya lahir di Solok 21 Oktober 1966.
Di Kota Beras itu pula, Surya tumbuh besar hingga bangku SMA. Saat menjadi pelajar di SMP Negeri 2 Kota Solok, Ia telah dipercaya memimpin organisasi, seperti Ketua Umum OSIS SMP Negeri 2 Solok. Dan kala di SMA, ia dipercaya menjadi Sekretaris Umum OSIS SMA Negeri 1 Solok.





