SUMBAR

Peluang Bagi Lulusan Keperawatan Kerja di Jepang dan Jerman, Ini Caranya!

0
×

Peluang Bagi Lulusan Keperawatan Kerja di Jepang dan Jerman, Ini Caranya!

Sebarkan artikel ini
Penyerahan secara simbolis santunan kepada ahli waris tenaga migran dari BPJS didampingin Kepala BP3MI Sumbar, Kepala BPJS Padang, Kepala Disnaker Sumbar, dan Kepala Disnakerin Padang. IST

Pelatihan Bahasa Jepang tersebut berdurasi 320 jam pelatihan selama kurang lebih 3 bulan, yang didanai oleh Kementerian Tenaga Kerja lewat BPVP Padang, sehingga para peserta tidak dikenai biaya alias gratis.

Sedangkan, Program G to G Jerman merupakan penempatan perawat di Jerman dalam kerangka program Triple Win berdasarkan persetujuan antara BP2MI dan Bundesagentur fuer Arbeit (BA) Jerman pada tanggal 16 dan 26 Juli 2021.

Pada tahun 2024 ini permintaan kebutuhan tenaga kesehatan perawat Indonesia di Jerman melalui skema G to G akan diselenggarakan dalam dua periode pendaftaran dengan kebutuhan sebanyak 600 perawat. Periode pertama disebut Batch V pendaftarannya sejak 7 Februari lalu dan berakhir 30 April 2024.

Baca Juga  Gelar Multi Stakeholder Forum, PLN Bukittinggi Pastikan Pelayanan Listrik 24 Jam untuk Dukung Kemajuan Pariwisata dan UMKM

‘’Sangat disayangkan bahwa hanya ada tiga orang calon Pekerja Migran Indonesia asal Sumbar yang saat ini mengikuti pelatihan Bahasa Jerman untuk bekerja di luar negeri dalam skema G to G Jerman,” ujar Bayu.

Seperti diketahui, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumbar hadir sebagai perpanjangan tangan dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), untuk memfasilitasi pelaksanaan pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (*)