UTAMA

Pemprov Sumbar Turun Tangan Tengahi Konflik Pj Wako Pariaman dan OPD

0
×

Pemprov Sumbar Turun Tangan Tengahi Konflik Pj Wako Pariaman dan OPD

Sebarkan artikel ini
Konflik Pj Wako Pariaman
Pj Wali Kota Roberia saat rapat dengan DPRD Kota beberapa waktu lalu. IST/DOK

PADANG, HALUAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) ikut turun tangan menengahi konflik yang terjadi antara Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Pariaman, Roberia dengan puluhan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman. Konflik bermula dari desakan puluhan kepala OPD agar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menurunkan Roberia dari jabatannya sebagai Pj Wako Pariaman.

Kepala Biro PemerintahanSetdaprov Sumbar, Doni Rahmat Samulo mengatakan, pihaknya telah melakukan pembinaan dan pengawasan (binwas) terhadap persoalan yang terjadi di Kota Pariaman tersebut.

Baca Juga  Menepis Isu! Richi Aprian & Donny Karsont Pastikan Insentif dan Beasiswa melalui Salah Satu Visi Misi Menuju Jalan Baik Tanah Datar

“Kami sudah panggil para kepala OPD dan Sekda, terma-suk juga Pj kepala daerah bersangkutan. Ada beberapa yang mungkin prinsipnya hanya miskomunikasi,” ujarnya.

Doni menyebutkan, dalam posisinya, Pj Wako Pariaman adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun demikian, yang bersangkutan bukanlah pegawai organik di pemerintahan daerah (pemda).

“Sehingga tentu butuh dukungan informasi dari bawah. Sementara dari bawah mungkin ada persoalan, sehingga informasi tidak utuh sampai ke beliau. Nah, di sini terjadi miskomunikasi. Untuk itu, kami tengah berupaya untuk membina,” ujarnya.

Baca Juga  Ranking 14 Nasional! Dharmasraya Tertinggi Serapan Anggaran di Sumbar

Ia menerangkan, Pj kepala daerah sejatinya adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat yang ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menjalankan tugas dan roda pemerintahan di daerah.

“Mendagri menunjuk dan kita harus tetap menjaga kebijakan pusat yang ada di daerah. Mudah-mudahan membaik. Setelah beraudiensi, pada prinsipnya kami sudah paham persoalan apa yang terjadi dan sudah kami coba untuk menjembatani. Tapi itu tergantung mereka, mau tidak mereka saling membuka diri,” katanya.