Sementara itu, melalui laporannya Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Solsel H. Kasmir memaparkan dari 44 CJH diluar TPHD yang akan diberangkatkan tersebut terdiri dari 6 Kecamatan.
“Jemaah tersebar di 6 kecamatan yaitu, 14 orang dari Kec. Sungai Pagu, 11 orang dari KPGD, 8 orang Kec. Sangir, Pauh Duo 4 orang, SJJ 4 orang dan SBH 3 orang,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, Kasmir menyebutkan terdapat 19 orang jamaah laki-laki dengan 25 orang lainnya jamaah perempuan. Adapun jamaah tertua yaitu Bapak Lamijo (82 tahun) dari Kecamatan Sangir dan Jumiarni (28 tahun) dari Kec. Pauh Duo.
Dalam kesempatan lain, Jumiarni yang merupakan jamaah termuda dari Solok Selatan ini merupakan jamaah pengganti dimana ibundanya yang seharusnya berangkat pada tahun ini, telah meninggal dunia pada tahun 2021 di usia ke-59.
“Saya gantiin ibu, beliau meninggal 2021, jadi perasaannya antara senang dengan sedih juga, ibu mulai mendaftar haji sejak 2011, dijadwalkan berangkat 2021 tapi gak jadi karena ada wabah covid” ucapnya sambil menahan haru ketika diwawancarai media haluan.
Ia mengungkapkan semua tahapan persiapan haji sudah selesai dijalankan tanpa ada kendala tertentu, termasuk cek kesehatan dan persiapan haji lainnya seperti manasik haji, kemudian perlengkapan ibadah haji dan lain-lain.





