UTAMA

Ketertinggalan Sumbar dan Kualitas SDM yang Kian Krisis

7
×

Ketertinggalan Sumbar dan Kualitas SDM yang Kian Krisis

Sebarkan artikel ini
Krisis SDM yang berkualitas menjadi salah satu refleksi peting dalam kemajuan Sumatra Barat saat ini. IST
Krisis SDM yang berkualitas menjadi salah satu refleksi peting dalam kemajuan Sumatra Barat saat ini. IST

Gerakan rakyat ini , diikuti dengan dimainkannya politik Malakok ke pemerintah pusat era orde baru oleh Gubernur Harun Zein beserta sejumlah Gubernur penerus kepemimpinannya.

Politik  yang lebih adaptif dan kompromis dengan Jakarta ini, diambil karena para pemimpin Sumbar saat itu, sadar betul bahwa Sumbar tidak punya kemampuan yang cukup untuk membangun daerah tanpa campur tangan pemerintah pusat.

 “Itu sesuai dengan pepatah Minang,  Kalau Takuik Jo Ujuang Badia, Lari Ka Pangka Badia. itu yang dilakukan pemerintah daerah Sumbar waktu itu, mulai dari Pak Harun Zein,  Azwar Anas hingga  Hasan Basri Durin,” ucapnya.

Baca Juga  Dilantik Presiden Tadi Sore, Berikut Nama Anggota KPU dan Bawaslu Periode 2022-2027

Menurut Prof Djo kepemimpinan yang efektif , Acceptable, stabil dan didukung penuh masyarakat banyak  seperti yang pernah terjadi di era kepemimpinan Gubernur Harun Zein dan setelahnya , telah terbukti mampu mewujudkan percepatan pembangunan Sumbar di masa lalu.

Hal itu terbukti dengan didapatkannya penghargaan tanda kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Soeharto pada  tahun 1984. Penghargaan itu diraih karena begitu pesatnya laju pembangunan daerah  yang berhasil diwujudkan  pada masa Pelita III.

Namun sayangnya, menurut Prof Djo,  kepemimpinan efektif, legitimate dan Acceptable seperti yang pernah terjadi di Sumbar pada masa lampau, nyaris sulit diwujudkan di dalam sistem politik demokrasi Indonesia yang menganut sistem One Man One Vote seperti saat ini.

Baca Juga  Siasat Pemprov Kendalikan Laju Inflasi Sumbar

Sebab dalam  sistem  kepartaian serta demokrasi indonesia saat ini, pada akhirnya membuat semua kebijakan politik, termasuk pembangunan, diputuskan lewat kacamata pertimbangan elektoral Pemilu.

Di tengah realitas politik saat ini, sangat penting bagi Sumatra Barat untuk memiliki kepemimpinan yang Acceptable, dan dapat diterima semua pihak. Baik itu di skala daerah maupun nasional.