WEBTORIAL

Kabupaten Lima Puluh Kota Harus Bangkit dari Bencana Alam

2
×

Kabupaten Lima Puluh Kota Harus Bangkit dari Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
Akhiri Status Darurat Bencana
Bupati Lima Puluh Kota mengecek lokasi bencana di Situjuah Limo Nagari

Di bagian selatan, yaitu Kecamatan Lareh Sago Halaban dan Kecamatan Luak adalah kawasan banjir. Sepanjang dua kecamatan tersebut membentang sungai Batang Sinamar. Luapan air Batang Sinamar dan ditambah limpahan aliran air dari Gunuang Sago memperparah terjadinya banjir.

Bagian barat, seperti Kecamatan Akabiluru dan Kecamatan Situjuah Limo Nagari merupakan kawasan rawan terhadap bencana tanah longsor. Perbukitan dan berada di aliran anak sungai Gunuang Sago pemicu utama terhadap tanah longsor bahkan banjir bandang di kawasan tersebut.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 11 November 2025
Pemkab Lima Puluh Kota mengakhiri status tanggap darurat bencana

Di bagian tengah Kabupaten Lima Puluh Kota seperti Kecamatan Guguak, Kecamatan Harau, Kecamatan Payakumbuh dan Kecamatan  Mungka  adalah daerah langganan banjir. Selain berada di dataran rendah, ke empat kecamatan tersebut daerah membentangnya sungai Batang Sinamar serta anak-anak sungai yang bermuara ke Batang Sinamar. Sehingga keempat daerah tersebut sangat cepat naiknya luapan dari sungai Batang Sinamar. 

Tak hanya banjir saja, dipinggir-pinggir keempat kecamatan tersebut merupakan daerah perbukitan dan bertebing curam, sehingga ancaman tanah longsor bisa saja terjadi setiap curah hujan tinggi. Seperti Hulu Aia di Kecamatan Harau, Taeh Bukik di Kecamatan Payakumbuh, Kubang di Kecamatan Guguak dan Simpang Kapuak di Kecamatan Mungka.

Baca Juga  Lima Puluh Kota Dapat Alokasi 904 CASN PPPK Pada 2022

Sebagai daerah rawan terhadap bencana alam banjir dan tanah longsor, karena itu Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo mengajak semua masyarakat untuk bisa tanggap terhadap bencana dan sadar terhadap bencana alam.