NASIONAL

BNPB Lakukan Pemetaan Daerah Rawan Bencana Banjir Lahar Hujan Gunungapi Ibu

1
×

BNPB Lakukan Pemetaan Daerah Rawan Bencana Banjir Lahar Hujan Gunungapi Ibu

Sebarkan artikel ini

“Kalau memang betul ada penumpukan material sisa erupsi ini bisa segera diturunkan karena itu berbahaya. Jika terjadi hujan yang luar biasa maka bisa terjadi banjir bandang,” tambahnya.

Pada pemetaan tahap pertama, tim menyisir wilayah utara-barat laut Gunungapi Ibu dan berkonsentrasi di Desa Duono. Desa tersebut dilewati jalur hulu sungai yang nantinya bermuara di wilayah pesisir barat. Misi pesawat drone ini dilakukan untuk melihat kondisi vegetasi dan jalur sungai yang mengarah ke wilayah hilir dan melewati beberapa permukiman warga.

Pada pemetaan selanjutnya, tim menerbangan pesawat nirawak di atas Desa Togoreba Sungi yang juga dilalui sungai berhulu di wilayah utara-timur laut dan lebih dekat dengan puncak Gunungapi Ibu. Misi ini masih sama dengan yang sebelumnya, yakni untuk memonitor wilayah permukiman yang masuk dalam radius rawan bencana banjir lahar hujan.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 12 September 2025

Kemudian giat pemetaan pada hari yang kedua atau, Rabu (5/6), tim melanjutkan misi melihat jalur sungai yang berdekatan dengan permukiman warga di Desa Naga, atau desa terakhir yang paling dekat dengan wilayah hilir. Pemetaan area permukiman warga ini menjadi misi pertama tim untuk melihat luas cakupan wilayah, menghitung perkiraan dampak risiko bencana dan menentukan arah evakuasi serta penyelamatan.

Setelah monitoring wilayah permukiman selesai, tim akan menaikkan elevasi jelajah pesawat nirawak menuju beberapa titik hulu sungai untuk melihat topografinya. Dari pemetaan ini, tim berharap dapat melihat kontur wilayah perbukitan lereng kaki Gunungapi Ibu secara detil, khususnya di area hulu yang mengarah ke beberapa permukiman warga.

Baca Juga  Tim Pemetaan BNPB Sosialisasikan Kajian Risiko Bencana Sekunder Erupsi Gunungapi Ibu kepada Masyarakat

Adapun rencana giat yang ketiga, tim akan menaikkan level ketinggian dan area jelajah mendekati mulut kawah dan area timbunan material vulkanik lahar Gunungapi Ibu. Misi ini cukup menantang karena kondisi cuaca di lapangan sering berubah-ubah ditambah Gunungapi Ibu masih sering erupsi dalam interval waktu antara 16-30 jam sekali perhari.