Sementara itu BWS Maluku Utara di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga akan menggunakan data pemetaan tim BNPB sebagai bahan untuk kajian penanganan jangka panjang terkait lahar dingin dengan pemasangan sabo dam, kantung pasir dan sebagainya. Namun, untuk jangka pendek, khususnya masa tanggap darurat, kementerian PUPR menyiagakan alat berat untuk pengerukan dan normalisasi sungai. Tim BWS Maluku Utara juga akan turun ke lapangan secara berkala untuk memonitor langsung apa saja yang perlu dilakukan sebagai antisipasi dan mitigasi bencana sekunder erupsi gunungapi.
Sementara itu BPBD Kabupaten Halmahera Barat bersama Kodim 1501 dan Polres Halmahera Barat akan senantiasa melakukan sosialisasi kepada masyarakat, memonitor daerah rawan bencana sekunder dan mempersiapkan hal-hal lain yang dianggap perlu dalam penguatan mitigasi, kesiapsiagaan hingga kedaruratan bencana. (*)





