Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
PENDIDIKAN

Cegah Pernikahan Dini, MAN 3  Padang dan KUA Koto Tangah Laksanakan  Program BRUS

1
×

Cegah Pernikahan Dini, MAN 3  Padang dan KUA Koto Tangah Laksanakan  Program BRUS

Sebarkan artikel ini

HARIAN HALUAN. ID – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Koto Tangah Padang mengadakan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang bertujuan mencegah pernikahan usia dini di aula MAN 3 Padang, Senin (10/6/24).

Kegiatan ini dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag)  Padang H. Edy Oktafiandi dihadiri Kepala Madrasah Hj. Marliza, Kepala KUA Hendri, Kepala Tata Usaha Visanola Enggrita, penyuluh dan penghulu serta siswa kelas 11jurusan Keagamaan.

Kakankemenag dalam sambutannya menyebutkan program BRUS ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang. 

Baca Juga  Diadakan OSIS SMPN 3 Bukittinggi, 35 SD Ikut Lomba Lagu Perjuangan

“Melalui berbagai kegiatan edukatif seperti seminar, diskusi, dan simulasi, para peserta dibekali dengan informasi mengenai dampak negatif pernikahan dini serta cara menghindarinya, ” katanya. 

Kakankenenag berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi madrasah dan sekolah lain di Kota Padang untuk melakukan upaya serupa. Dengan sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan angka pernikahan dini dapat ditekan dan remaja bisa lebih fokus pada pencapaian cita-citanya.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza menyampaikan program ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang masa depan mereka. “Kami berharap melalui program ini, para siswa dapat memahami risiko pernikahan usia dini dan lebih fokus pada pendidikan serta pengembangan diri,” ujarnya.

Baca Juga  SMPN 25 Padang Gelar MPLS Bermakna, Tanamkan Nilai Karakter Sejak Hari Pertama

Kepala KUA Koto Tangah, Hendri menambahkan bahwa peran orang tua dan masyarakat juga sangat krusial dalam mencegah pernikahan usia dini. 

“Selain memberikan bimbingan kepada remaja, kita juga perlu melibatkan orang tua dan tokoh masyarakat untuk mendukung kampanye ini, ” katanya. 

Salah seorang peserta, Anjani, siswa kelas 11 MAN 3  Padang, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan teman-temannya. “Kami jadi lebih memahami bahwa pernikahan bukanlah solusi bagi masalah yang dihadapi remaja, melainkan pendidikan yang baik dan kesiapan mental serta finansial yang harus diprioritaskan,” tuturnya. (aye)