“Tim penyusun untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, menggali data dan informasi yang akurat, serta menyusun strategi yang komprehensif guna mencapai hasil yang optimal,” ujar Andree.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton saat menyampaikan bimtek ini bertujuan guna membangun ketahanan masyarakat Kota Padang untuk menghadapi bencana.
“Mengingat wilayah Kota Padang secara geografis dan geologis berpotensi besar terhadap bencana alam seperti banjir, longsor, angin puting beliung, abrasi pantai dan gempa bahkan juga tsunami,” ucapnya.
Dalam bimbingan teknis sebut Hendri, ini akan diberikan wawasan dan juga pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan anggota masyarakat khususnya di lingkungan ASN untuk menjadi tim penghitungan, pengkajian kebutuhan pasca bencana Kota Padang.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa Jitupasna ini merupakan suatu rangkaian kegiatan pengkajian dan penilaian akibat analisis dampak dan perkiraan kebutuhan yang menjadi dasar bagi penyusunan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana (R3P). (*)














