TANADATAR, HARIANHALUAN.ID– Alumni AKABRI 92 dan 94 menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir bandang atau korban galodo Marapi Gunung Api Marapi di Kabupaten Tanah Datar.
Bantuan untuk korban galodo itu diserahkan langsung oleh Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Suharyono kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra. Turut hadir Wadanlantamal Kolonel Mulyadi, Dansat. Brimob Polda Sumbar Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin dan Kadislog. Lanud Padang Letkol. Kal. Dody Yuliansyah.
Sementara Bupati Eka Putra didampingi Sekretaris Daerah Iqbal Ramadi Payana, Kadis Kominfo Yusrizal, Kapolres Tanah Datar dan Kapolres Padang Panjang dan Kajari Tanah Datar.
Pada kesempatan itu Kapolda Sumbar atas nama Forkopimda dan masyarakat Sumatera Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada alumni AKABRI 94 yang telah memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir bandang Marapi di wilayah Sumatera Barat umumnya dan Tanah Datar khususnya yang terparah.
“Ini bentuk atensi dari kami alumni AKABRI, seperti apa yang dirasakan masyarakat juga kami rasakan, ini bentuk kepedulian bagi masyarakat yang terdampak langsung banjir bandang ini,” ujarnya.
Dikatakan Kapolda ini bakti sosial 30 tahun mengabdi dan ini tidak hanya di Sumatera Barat namun juga di daerah lain di wilayah Indonesia yang juga ditimpa musibah.
Kapolda sebut bantuan tersebut berupa sembako, bingkisan, ada juga selimut, pakaian, dan kebutuhan lainnya atau konsumtif dan nonkonsumtif.
Kapolda juga mengatakan alumni AKABRI 92 batalyon Pratisarawiya juga akan memberikan bantuan berupa bantuan perbaikan atau renovasi sarana Ibadah seperti Masjid, setidaknya ada lima masjid yang akan direnovasi.
Sementara itu Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan ucapan terima kasih kepada alumni AKABRI 94 yang telah memberikan bantuan sebanyak 16 truck dan itu akan segera didistribusikan ke enam kecamatan dan 13 nagari.
Terkait pemulihan pasca bencana disampaikan Bupati Eka Putra saat ini sudah masuk masa transisi dimana akan segera membenahi infrastruktur, seperti mempersiapkan hunian untuk korban terdampak, rencana pembuatan sabodam, pemasangan Early Warning System (EWS).
“Saat ini tim dari Pemerintah Pusat sudah melakukan survey terkait sabodam, EWS dan kita juga berharap Pemerintah Pusat juga segera membangun hunian bagi korban terdampak seperti program terpadu sebanyak 60 unit rumah dan mandiri sebanyak 154 rumah, “sebutnya. (*)





