EkBis

30 Pelaku UMKM Nagari Pasta Selatan Dilatih Sistem Digitalisasi Pengembangan dan Pemasaran Produk

1
×

30 Pelaku UMKM Nagari Pasta Selatan Dilatih Sistem Digitalisasi Pengembangan dan Pemasaran Produk

Sebarkan artikel ini
Nagari Pasta Selatan

Adapun Camat Sungai Pagu, Ibrahim dalam sambutan pembukaan mengatakan, pemerintah daerah sudah berupaya semaksimal mungkin, memberikan yang terbaik untuk kebutuhan ekonomi masyarakat.

Ia mencotohkan, penyediaan sarana belanja modern berupa Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera), yang telah beroperasi selama satu tahun, namun tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Pujasera itu menjadi proyek gagal, karena pelaku UMKM yang sudah difasilitasi segala kebutuhan tidak memanfaatkannya secara maksimal, makanya hari ini dilakukan pelatihan UMKM di Nagari Pasir Talang Selatan, supaya aset yang ada dapat dioptimalkan bahkan dikembangkan,” ucapnya.

Baca Juga  Percepat Diseminasi Informasi, Kolaborasi Nagari Koto Rantang Bersama Harian Umum Haluan

Nagari Pasta Selatan ini adalah pusatnya pelaku UMKM dan banyak pedagang luar yang datang mencari peruntungannya di daerah ini. Untuk itu, perlu pemanfaatan teknologi agar tidak kalah saing.

Kepala Dinas Kominfo Solsel, Firdaus Firman memaparkan, dalam proses pengembangan UMKM ini perlu kesadaran dan tekat kuat pelaku itu sendiri, didukung dengan manajemen yang baik.

Pada zaman digitalisasi ini, pihaknya mengingatkan peserta, tentang bagaimana pentingnya peran teknologi. Untuk itu, ia menuntut pelaku UMKM memahami betul-betul potensi pemasaran produk berbasis digital, menggunakan gawai/handphone. Terlebih pemerintah sudah mengembangkan pemasangan wifi di setiap daerah.

Baca Juga  Ketika Tukang Pungut Kena Pungut, Korupsi Rp5 Miliar di Bapenda Sumbar kini Makin Terkuak

“Dalam agenda ini kami selaku pemateri memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM, yang belum mengerti dengan digitalisasi dan pemasaran melalui HP, ke depan akan jauh ketinggalan dan kalah saing,” katanya.

Namun begitu, pemanfaatan teknologi juga memiliki dampak yang negatif. Ia mengingatkan masyarakat harus juga berhati-hati dengan pemakaian digitalisasi ini, dimana banyak oknum yang memanfaatkan kehadiran teknologi untuk melakukan tindakan penipuan, selain itu juga kerawanan serangan cyber. (*)