UTAMA

Pemprov Sumbar Dinilai Minim Inovasi, Pendapatan Daerah Masih Andalkan Pajak dan Dana Pusat

1
×

Pemprov Sumbar Dinilai Minim Inovasi, Pendapatan Daerah Masih Andalkan Pajak dan Dana Pusat

Sebarkan artikel ini
Pengamat politik SBLF Myriset Consultant Edo Andrefson menilai, potensi pergantian calon di Pilgub Sumbar 2024 akan susah terjadi
Pengamat politik SBLF Myriset Consultant Edo Andrefson menilai, potensi pergantian calon di Pilgub Sumbar 2024 akan susah terjadi

Ia menuturkan, hal ini bisa diketahui pada tahun lalu 2023, dari sisi retribusi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumbar hanya 70 persen. Ke depan ia meminta agar ada terobosan-terobosan yang dilakukan Pemprov, sehingga retribusi juga bisa menjadi sumber PAD yang diandalkan, di samping pajak kendaraan bermotor.

Selain dari pajak kendaraan bermotor, sumber-sumber pendapatan lain yang bisa dioptimalkan menurutnya bisa dari pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sumbangan dari pihak ketiga, pajak air permukaan, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan aset.

Baca Juga  Sebagian Besar Daerah di Sumbar Alami Banjir, Dharmasraya Masih Aman

“Bicara pemanfaatan aset, ini harus ada keberanian dan inovasi yang lebih dari pemerintah. Jika hanya menunggu dengan cara-cara yang normal hasilnya akan tetap jalan di tempat, tak akan ada kemajuan. Saat ini, masih banyak aset kita yang belum dikelola secara baik. Entah itu aset tanah maupun aset gedung,” katanya.

Soal aset ini, ia mencontohkan salah satu yang di depan mata bisa dioptimalkan pemanfaatannya adalah GOR H. Agus Salim. Jika dikelola dengan baik, atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga, bangunan dan arena olahraga yang ada di lingkungan GOR H. Agus Salim akan mendatangkan pendapatan yang menjanjikan untuk daerah.

Baca Juga  Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat Menjadi 604 Jiwa

Selain itu, ada juga sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) di kabupaten/kota yang menurut hemat Mochklasin pemanfaatannya tak hanya untuk pelatihan saja, melainkan juga bisa dipakai untuk penginapan.

Terkait pajak air permukaan, ia melihat selama ini Pemprov hanya mengandalkan PLTA Koto Panjang. Sementara sekarang ini pajak air permukaan PLTA Koto Panjang sepenuhnya telah masuk ke Riau.