PASAMAN, HARIANHALUAN.ID- Nagari Pintu Padang Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman optimis mampu melakukan pencegahan dan penanganan stunting.
Ini diungkapkan dalam rembuk stunting yang dibuka oleh Wali Nagari Pintu Padang, Edrianosmoy di Aula Kantor Wali Nagari Pintu Padang (28/6/2024).
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang pada anak balita, akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Secara fisik, kondisi stunting dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi badan dengan umur yang tidak sesuai dengan standar pertumbuhan yang seharusnya,” ucapnya.
Akibat terburuknya adalah perkembangan dan pertumbuhan otak anak, sehingga kecerdasan anak tidak maksimal yang tentu saja akan menimbulkan masalah secara sosial, serta mempengaruhi masa depan dan produktivitas anak tersebut
Ketua (TPPS) Nagari Pintu Padang sekaligus Ketua TPPKK Nagari Pintu Winda Agustin, menyampaikan saat ini terdapat lebih kurang 10 persen anak dalam kondisi balita stunting di Nagari Pintu Padang.
Ia berharap stunting bisa ditangani dengan baik. Rembuk stunting kali ini memperoleh usulan berikut, membentuk struktural baru Rumah Desa Sehat (RDS), penanganan stunting mulai dari tingkat remaja putri hingga calon pengantin.
Kemudian penguatan peran bidan desa bagi ibu hamil dan anak baduta, serta penguatan peran posyandu bagi balita.
Rembuk stunting ini dihadiri oleh PD/PLD Kecamatan Mapat Tunggul, Bamus Nagari, Ahli Gizi Puskesmas Mapat Tunggul, Kasi Kesra, Ketua TPPKK, ketua TPPS serta kader-kader posyandu se-Nagari Pintu Padang. (*)





