SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Komisi Pemilhan Umum atau KPU Kabupaten Solok Selatan mencatat partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang atau PSU DPD RI hanya diikuti sebanyak 32,8 persen.
Ketua KPU Solsel Ade Kurnia Zelli mengatakan, pelaksanaan PSU DPD pada 13 Juli 2024 lalu di Kabupaten Solok Selatan berjalan aman dan lancar. Ia mengungkapkan dari 129.428 orang wajib pilih yang masuk kedalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menggunakan hak pilih hanya sebanyak 42.695 orang.
“Jika dibandingkan dengan Pemilu sebelumnya, partisipasi masyarakat saat itu lebih dari 70 persen, sedangkan saat PSU hanya 32,8 persen,” ungkapnya.
Ade menyebut, meskipun rendahnya partisipasi masyarakat pada PSU Pemilu DPD RI ini tidak hanya dialami Solok Selatan, tetapi hampir merata di setiap Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.
Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan PSU pemilihan Anggota DPD-RI, pihaknya telah melakukan upaya semaksimal mungkin dengan bersosialisasi dan imbauan kepada masyarakat.
“Agar partisipasi masyarakat tetap tinggi setelah adanya perintah PSU pasca keputusan Mahkamah Konstitusi, sosialisasi telah sangat maksimal termasuk pengumuman melalui pengeras suara Masjid, tetapi partisipasi masyarakat tetap rendah,” kata Ade Kurnia Zelli.
Ia menambahkan, pihaknya akan tetap mengevaluasi dan mengkaji penyebab rendahnya partisipasi masyarakat menggunakan hak suaranya.
“Kami akan menilai dan meneliti penyebab rendahnya partisipasi masyarakat dalam PSU DPD kali ini. Semua masyarakat telah menerima undangan untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya,” tambahnya.
Adapun terkait persiapan Pemilihan Kepala Daerah serentak 27 November 2024 mendatang, pihaknya menegaskan hingga bulan Juli ini, pihaknya telah memasuki ke tahap pencoklitan untuk pendataan calon pemilih Solok Selatan.
Pada kesempatan itu, Ketua PPK Sangir, Sandi Kurniawan Pratama, juga turut menghimbau kepada masyarakat di wilayah tugasnya, agar berpartisipasi aktif di pelaksanaan Pilkada 2024.
“Nanti (di Pilkada 2024), Agar seluruh masyarakat berpartisipasi dan datang ke TPS untuk menentukan pemimpin masa depan, dengan semakin tingginya partisipasi masyarakat, tentu pemimpin yang terpilih semakin kuat dan efektif menjalankan roda pemerintahan kedepannya,” himbau Sandi. (*)





