PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Pesona Budaya Tabuik akan menjadi iven terakhir yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pariaman pada tahun 2024. Oleh sebab itu, pemko menaruh harapan besar agar acara tahunan berskala nasional itu sukses dengan meraup pendapatan yang besar.
“Bisa dibilang ini menjadi iven terakhir yang disparbud selenggarakan. Jadi, kita harus jor-joran agar acara ini sukses besar,” kata Kepala Disparbud Kota Pariaman, Ferialdi.
Ia mengatakan, pihaknya memiliki keterbatasan dalam menyelenggarakan banyak program. Hal tersebut terjadi lantaran kebijakan pergeseran anggaran oleh pemko yang menyebabkan peruntukan di dinasnya dipangkas.
“Karena Tabuik ini sudah masuk Kharisma Event Nusantara dan merupakan program yang paling ditonjolkan, maka peruntukan anggarannya harus lebih besar. Oleh sebab itu, ketika refocusing terjadi, ada banyak kegiatan yang harus ditunda sampai tahun depan,” katanya kepada Haluan.
Selain menunda serangkaian program, Ferialdi menyebut, pihaknya tidak bisa menggelontorkan dana untuk perbaikan sarana dan prasarana di kawasan wisata. Ia hanya bisa menanggulangi permasalahan tersebut dengan menunggu kerjasama pihak ketiga.
“Paling fatal itu terkait sarana dan prasarana, jumlah anggaran kita tidak mencukupi untuk pemeliharaan kawasan wisata. Kita hanya bisa bergotong-royong untuk menjaga kebersihan, dan kemudian menunggu sponsorship untuk memperbarui sarana tertentu,” paparnya.
Ferialdi menerangkan, peruntukan anggaran Disparbud untuk program pada tahun ini hanya berkisar Rp2 miliar. Jumlah tersebut kemudian dituangkan melalui kebijakan refocusing anggaran sebanyak Rp600 juta lebih.
“Kita bisa melakukan pendekatan lain untuk menjaga kawasan wisata tetap layak. Misalnya, di Pantai Kata ada batu warna-warni itu terpaksa gotong-royong membersihkannya. Untuk cat ulang, ditunggu sponsorship kerja sama dengan perusahaan cat,” paparnya.
Adapun dana yang tersisa usai pemangkasan anggaran, ia menyebut akan ditujukan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, realisasi museum budaya di Rumah Tabuik Pasa serta honor petugas retribusi.
Museum budaya tersebut merupakan program yang sudah dirancang sejak tahun 2023. Saat ini, Disparbud sedang menunggu surat keputusan atau SK penetapan Rumah Tabuik Pasa menjadi museum budaya.
“Realisasinya tahun ini, karena kita tinggal menunggu surat keputusan. Target kita ialah memiliki museum budaya Tipe C dengan memanfaatkan tempat, yaitu Rumah Tabuik Pasa,” katanya.
Ferialdi menerangkan, realisasi museum budaya menjadi salah satu strategi untuk memperoleh anggaran tambahan. Menurutnya, museum Tipe C memiliki peluang untuk mendapat dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
“Untuk museum Tipe C, ada peluang mendapat DAK sekitar Rp750 juta. Oleh sebab itu, kita didorong melakukan percepatan, menata dan menyiapkan petugas khusus di museum tersebut,” ungkapnya. (*)






