PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Menjelang puncak Pesona Budaya Tabuik pada Minggu (21/7), homestay dan hotel di Kota Pariaman dibanjiri wisatawan luar.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman mengatakan ada beberapa penginapan yang sudah penuh, sementara sejumlah lainnya terisi 80 persen.
“Ada sejumlah homestay yang sudah terisi 80 persen dan beberapa lainnya dalam keadaan penuh. Kondisi ini terjadi beberapa hari menjelang puncak Tabuik,” katanya kepada Haluan, Sabtu (20/7).
Selain wisatawan asing, tidak sedikit juga perantau asal Kota Pariaman yang kembali ke kampung halamannya untuk menyaksikan prosesi Tabuik naiak pangkek hingga Tabuik dibuang ke laut.
Ferialdi menjelaskan, perantau dari Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) juga sudah memesan kamar dari jauh-jauh hari.
“Wisatawan banyak yang datang rombongan, seperti dari PKDP Pekanbaru yang datang tiga bus dan memesan kamar hotel dan homestay di Pariaman,” paparnya.
Ia menyebut, kondisi serupa rutin terjadi setiap pelaksanaan Budaya Tabuik pada tahun-tahun sebelumnya. Kendati begitu, ia percaya bahwa puncak Tabuik tahun ini akan terselenggara lebih meriah.
Iven ini sudah dimulai sejak 7 Juli dan akan berakhir pada 21 Juli besok. Selama lima belas hari pelaksanaan, jumlah tamu di penginapan sekitar disebut meningkat dibanding hari biasa.
“Sejak awal iven ini sudah mulai ada penginapan yang terisi oleh pengunjung dan puncaknya ialah menjelang tanggal 21 Juli ini,” papar Ferialdi. (*)














