HIBURAN

Suara Tubuh “Asok dari Tungku”

5
×

Suara Tubuh “Asok dari Tungku”

Sebarkan artikel ini

Pengatur tatanan sosial itu dinilai menyusut seiring kemelut zaman yang semakin memudarkan keluhuran nilai-nilai tentang keminangkabauan. Penceritaan ini memberikan tatapan kritis atas pemahaman relasi nilai, warisan budaya dan kenyataan mutakhir dalam masyarakat, khususnya yang berkembang di Minangkabau itu sendiri.

Silek yang didasari sebagai gerak berbicara tentang ketegangan antara tradisi dengan percepatan yang acuh pada filosofi bumi yang dipijaknya. Kemudian disusul dengan gerak Randai dengan legarannya dan seni tradisi lainnya yang menunjukkan kekayaan seni pertunjukan Minangkabau.

Baca Juga  Pertunjukan Asok dari Tungku Bismillahkan Nan Maurak Alek

Dan “Asok dari Tungku” sangat diharapkan bisa menjadi dialog karya akan situasi seni dan kebudayaan Minangkabau hari ini. Pun Ery Mefri menyelipkan harapan bahwa “Asok dari Tungku” ini sebagai pengingat marabahaya akan harmonisasi orang Minangkabau dengan seni tradisi dan alamnya yang setiap waktu berjalan, semakin nilai itu direnggut perlahan. (*)