Fitur interaktif memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, seperti mengeja kata atau menjelajahi elemen budaya tertentu melalui AR.
“Aplikasi ini dapat diakses melalui perangkat digital seperti smartphone atau tablet, memudahkan siswa untuk belajar di mana saja dan kapan saja, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Dikatakan Melani, pengerjaan aplikasi ini di bawah bimbingan Tiok Wijanarko, M.Pd., Dosen Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang (FIP UNP), telah mengimplementasikan inovasi ini di salah satu SD di Kota Padang.
“Dan anak-anak di SD Negeri 1 Bandar Buar menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam menggunakan media pembelajaran ini. Hasil post-test siswa membuktikan bahwa mereka dapat mengenal huruf lebih cepat,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN 01 Badar Buat, Novrianita Deni., S.Pd sangat mengapresiasi ide ini dan merasa bahwa media belajar seperti ini sangat disukai dan diminati oleh anak-anak, membuat mereka lebih tertarik untuk belajar membaca dibandingkan metode pembelajaran konvensional.
“Saya berharap buku pop-up ini dapat diperbanyak dan diedarkan ke sekolah-sekolah lainnya. Beliau siap mempromosikan buku ini kepada sekolah-sekolah lain dan menyarankan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai percetakan yang bekerja sama dengan sekolah-sekolah,” tuturnya.
Dikatakan Tiok Wijanarko, dengan kombinasi antara buku pop-up tradisional dan teknologi Augmented Reality, aplikasi ini memberikan pengalaman belajar yang inovatif dan memikat bagi siswa kelas 1 SD, memperkaya proses pembelajaran mereka dengan elemen-elemen budaya lokal yang dapat menginspirasi dan mengedukasi secara efektif. (*)





