Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
EkBis

Nun Rajut, Waktu Luang yang Menghasilkan Cuan

0
×

Nun Rajut, Waktu Luang yang Menghasilkan Cuan

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID –  Saat ini, produk rajutan banyak menjadi tren di industri fashion tanah air. Beberapa contoh produk rajutan yang ditawarkan di antaranya tas, dompet, taplak meja, sarung bantal kursi, sepatu, peci dan masih banyak lagi. 

Nurhayati owner Nun Rajut adalah pelaku usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memilih peluang usaha rajutan yang terus digelutinya hingga saat ini karena masih banyak diminati mulai kalangan anak muda dan dewasa.

Nurhayati menceritakan, awal mulanya tertarik dalam usaha rajutan sejak tahun 2014 untuk mengisi waktu luang agar tetap produktif, sedangkan untuk mulai serius dan menekuni hingga membuat brand UMKM sendiri sejak dua tahun terakhir ini.

“Kegiatan rajut ini bisa dilakukan saat waktu senggang misalnya sambil menunggu anak pulang sekolah dan bisa dikerjakan dimana saja. Sebisa mungkin bagaimana kita memanfaatkan waktu dengan baik dan produktif sehjngfa menghasilkan cuan,” ujarnya kepada Haluan, Jumat (9/8).

Baca Juga  Telkom Jawa Barat Dukung Akselerasi Pertumbuhan UKM Bandung Melalui Digitalisasi

Katanya, walaupun telah lama menggeluti kerajinan rajut ini ia tetap melatih skil rajutnya dan terus mengikuti perkembangan tren saat ini, sebab ia menilai peluang usaha rajut ini sangat menjanjikan. Nun Rajut memproduksi seni rajutan yang disesuaikan dengan tren pasar yang diminati kalangan anak muda dan berbagai kalangan saat ini. 

“Memang seni rajut ini berawal dari hobi saat mengisi waktu luang, tetapi kita tetap terus melatih skil agar produk kian inovatif serta kreatif. Apalagi rajut ini butuh keterampilan makanya perlu dilatih,” ujarnya.

Nurhayati mengatakan, Nun Rajut menjual seni rajut yang di produksi nya secara offline dan melalui media platform facebook, instagram, whatsapp dan tik tok. Selain itu Nun Rajut juga sering mendirikan stand di berbagai bazar dan pameran yang diadakan oleh Pemerintah maupun stakeholder lainnya.

Baca Juga  Hujan Terus Berlanjut di Pasbar, Akses Jalan Terputus dan Banjir

“Tentunya di era serba digital kita mesti lihai menggunakan berbagai platform agar masyarakat luas mengenal produk yang kita buat sekaligus memperluas lingkup pembeli kita,” ujarnya.

Harga satu produk Nun Rajut meletakkan harga mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 750 ribu. Rata-rata, pelanggan memesan dalam bentuk tas rajut, dompet, dan peci. Selain itu Nun Rajut menerima produk custom yang sesuai dengan keinginan pembeli.

“Produk custom harganya disesuaikan dengan model dan berapa banyak bahan yang digunakan, biasanya pesanan custom mampu kita selesaikan 3 hari hingga seminggu,” ujarnya.

Nurhayati berharap agar usaha yang digelutinya menjadi jalan ibadah dan berkah sekaligus dapat menularkan ilmu, berbagi pengalaman dan memotivasi perempuan untuk terus berkarya dan berdaya guna. (*)