PENDIDIKAN

Mantan Wartawati Haluan Jadi Rektor UIN Bukittinggi

0
×

Mantan Wartawati Haluan Jadi Rektor UIN Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
PENGHARGAAN - Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, S. Ag. M. Si memberikan penghargaan kepada mantan Rektor UIN Bukittinggi periode 2020-2024 Prof. Ridha Ahida. M. Hum. YURSIL.
PENGHARGAAN - Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, S. Ag. M. Si memberikan penghargaan kepada mantan Rektor UIN Bukittinggi periode 2020-2024 Prof. Ridha Ahida. M. Hum. YURSIL.

Menurut Prof. Silfia, kualitas akademik merupakan garansi sebagai penyelenggara pendidikan. Sebab itu, untuk mewujudkan hal tersebut secara bersama-masa harus menjalankan visi dan misi yang telah ditentukan sebelumnya.

“Setelah high quality adalah hal yang lebih penting, yakni bagaimana mewujudkan kampus ini menjadi universitas yang memiliki karakter sendiri. Ini yang harus diwujudkan untuk selanjutnya,” katanya.

Mantan Direktur Paacasarjana UIN Bukittinggi itu mengajak pegawainya untuk terus mengupdate diri secara individu dan jangan hilang motivasi untuk meningkatkan kualitas diri.

Baca Juga  UIN Bukittinggi Terima Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

Sehebat apapun, kalau tidak mengupdate diri akan terjadi keterbelakangan sehingga tidak bisa mengerjakan apa yang ada di depan.

“Hari ini saya berada disini, berkat dukungan bapak ibu semuanya. Oleh sebab itu, wajib hukumnya bapak dan ibu menasehati dan mendukung saya demi kebaikan bersama dan kampus ini. Kebaikan dan kesuksesan itu bukan tunggal adanya, tetapi jamak. Baiknya UIN itu bukan karena seorang rektornya, tapi bagaimana yang mendukung dibalik rektor itu,” ujarnya.

Baca Juga  UIN Bukittinggi, KTNA dan Gempita Sumbar Panen Padi Bersama

Sementara itu, Prof. Ridha Ahida merasa senang dan bangga karena pergantian rektor UIN Bukittinggi berjalan aman, sukses dan lancar. Pada saat pemilihan rektor, semua guru besar atau profesor ikut serta dalam pemilihan rektor.

“Enam dari tujuh orang guru besar yang dimiliki UIN Bukittinggi ikut serta dalam pemilihan rektor. Sedangkan saya tidak bisa ikut karena telah menjadi rektor sebelumnya,” kata Ridha.