UTAMA

Reklamasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana Dikebut

2
×

Reklamasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana Dikebut

Sebarkan artikel ini
Perbaikan irigasi pertanian menjadi salah satu fokus utama dari Pemprov Sumbar dalam proses penanggulangan galodo Marapi serta beberapa bencana lainnya
Perbaikan irigasi pertanian menjadi salah satu fokus utama dari Pemprov Sumbar dalam proses penanggulangan galodo Marapi serta beberapa bencana lainnya

Bencana alam yang terjadi memang sedikit banyaknya berdampak kepada produksi padi di Sumbar. Oleh karenanya, mulai Agustus ini untuk lahan yang tidak terdampak sudah mulai masuk masa tanam. “Sedangkan lahan yang terdampak bencana dan saat ini sedang proses pemulihan itu, masa tanamnya bakal dimulai pada September 2024 nanti,” ujarnya.

Terkait adanya gangguan produksi padi akibat bencana alam itu, Pemprov Sumbar sudah melakukan upaya pemanfaatan lahan yang bisa diolah untuk ditanami padi. Dia mengaku belum mengetahui secara pasti luas lahan yang baru ditanam padi itu, tapi diperkirakan dapat mengisi kekosongan jumlah produksi yang sempat terganggu akibat bencana alam.

Baca Juga  Makanan Khas dari Olahan Hasil Pertanian Kota Padang Diminati Pengunjung PENAS Tani XVI 2023

“Beruntung kami sudah melakukan upaya lain agar produksi tidak terganggu, yakni mengolah lahan yang bisa ditanam padi. Kawasannya tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sumbar,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar mengajukan kebutuhan penanganan dan pemulihan dampak bencana kepada Kementan, yakni untuk padi yang terdampak luasnya 4.416,64 hektare dan luas itu turut terjadi puso seluas 725,05 hektare.

 “Jumlah ini tidak hanya di Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang. Tapi juga untuk daerah lainnya yang juga terdampak bencana pada Maret 2024 di Kabupaten Pesisir Selatan. Jadi pengajuannya digabung saja,” katanya Rina.

Baca Juga  Produksi Beras Sumbar Meningkat 7.712 Ton

Lalu, untuk jagung luas lahan yang terdampak mencapai 1.098,28 hektare dan mengalami puso 320,45 hektare. Kemudian, cabai merah juga turut merasakan dampak bencana dengan luas 155,10 hektare dan terjadi 32,38 hektare.