Wazir mengatakan Melalui program Mekaar nasabah diberikan plafon pinjaman sebesar Rp3 juta sampai Rp15 juta secara bertahap tanpa adanya agunan atau jaminan. Dengan nasabah PNM Cabang Padang mencapai 470 ribu nasabah yang tersebar di wilayah Sumbar dengan kredit macet di bawah 1 persen.
Sementara itu, Direktur Operasional PNM, Sunar Basuki mengapreasi perkembangan PT PNM di Sumbar dengan nasabahnya mencapai ratusan ribu dan tunggakan atau kredit macet yang rendah dibawah 1 persen.
Pendampingan yang dilakukan untuk membangun pola pikir menjadi pelaku usaha yang mandiri dan pantang menyerah.
“Perkembangan PNM di Sumbar sangat menjanjikan. sekitar 470 anggota yang tersebar di Sumbar. Untuk saat ini nasabah PNM mencapai 15 juta di Indonesia. Apa yang dibutuhkan oleh nasabah kita sediakan mulai dari membantu perizinan usaha, pelatihan, produksi, pemasaran dan pemanfaatan teknologi tepat guna,” ujarnya.
Kegiatan yang dihadiri Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan pelatihan yang dilakukan oleh PNM ini sangat berguna bagi pelaku usaha di bawah binaannya.
Sekitar 470.071 nasabah yang tersebar sampai ke nagari nagari, yang artinya lebih kurang 8 persen dari penduduk Sumbar terbantu dengan program PNM ini.
“Alhamdulillah melalui program ini bisa meningkatkan UMKM nasabah binaan PNM melalui pembiayaan dan pendampingan. Meski pertumbuhan ekonomi Sumbar tidak begitu tinggi, tetapi kita memiliki rasio terbaik ketiga di Indonesia, yang artinya ekonomi masyarakat bergerak,” katanya.





