Saat ini Pemprov Sumbar mendorong adanya nagari/ desa wisata, perhutanan sosial dengan memanfaatkan potensi hutan dengan baik yang telah disediakan sekitar 300 ribu Ha, ditambah lagi dengan dana disediakan lebih kurang 3.5 juta USD atau lebih kurang Rp53 M untuk pelatihan dan lainnya.
“Kita mendorong program wisata ini sampai ke tingkat, OPD pemda melakukan rapat dinas di nagari, baik melalui PNM, Unand dan Pemprov Sumbar bersinergi untuk mengembangkan potensi yang ada di nagari. Sehingga tidak lagi pergi wisata keluar Sumbar tetapi mengunjungi wisata nagari dengan keunikan dan nilai sejarahnya. Sesuai UU Nomor 17 Tahun 2022 tentang adat salingka nagari yang terus diperkuat,” tambahnya.
Pada pelatihan akbar PKU bagi nasabah, PNM juga melakukan MoU dengan Universitas Andalas (Unand). Rektor Unand, Efa Yonnedi, menyampaikan menyambut baik MoU dengan PNM Cabang Padang melalui program Mekaar mampu meningkatkan akses keuangan masyarakat terhadap permodalan.
Kerjasama antara PNM dengan Unand tentunya penelitian dan pengembangan UMKM sehingga usaha nasabah bisa naik kelas, selanjutnya meningkatkan kapasitas baik pendamping maupun nasabah.
“Dan pihak kita bisa membantu UMKM secara teknis dalam bentuk mengatur dan laporan keuangan, pemasaran produk yang menarik bahkan menembus pasar ekspor. kita juga memiliki 34 ribu kita bisa lakukan KKN tematik untuk pengembangan UMKM sehingga bisa meningkatkan omset atau mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi pelaku usaha. Jadinya area kerjasama ini cukup luas terkait pendidikan, penelitian dan juga termasuk pengabdian masyarakat tentunya,” ujarnya. (*)





