Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
NASIONAL

Masa Panen Tahun Depan Diperkirakan Mundur

1
×

Masa Panen Tahun Depan Diperkirakan Mundur

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sumbar menyediakan 2.000 hektare lahan untuk mempercepat pelaksanaan program cetak sawah seluas tiga juta hektare di Indonesia.
Pemprov Sumbar menyediakan 2.000 hektare lahan untuk mempercepat pelaksanaan program cetak sawah seluas tiga juta hektare di Indonesia.

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID– Perum Bulog memperkirakan masa panen raya tahun depan akan mundur sekitar satu bulan lantaran potensi kekeringan.

Direktur Utama Bulog Bayu mengatakan panen mundur karena musim tanam mundur dari yang biasanya dimulai saat musim hujan pada September. Namun, karena terjadi kekeringan, maka musim tanam diproyeksikan baru bisa dimulai Oktober.

“Jadinya (musim tanam) mundur satu sampai satu setengah bulan,” katanya dilansir dari cnnidonesia.com, Sabtu (31/8/2024).

Bayu menjelaskan butuh waktu tiga bulan dari musim tanam ke musim panen. Artinya, pada Januari sebenarnya sudah bisa panen.

Baca Juga  Insiden Musala Al Khoziny: 40 Jenazah Sudah Teridentifikasi

Namun, karena Januari sampai Maret merupakan musim hujan, petani akan sulit untuk mengeringkan gabah. Artinya beras baru diperkirakan tersedia bagi masyarakat pada Maret.

“Januari baru panen tapi dijemur dulu, digiling, jadi berasnya. Harusnya kalau tanam September, akhir tahun udah bisa produksi” katanya.

Bayu mengatakan pihaknya akan bersiap menghadapi kondisi itu baik dengan penyerapan dalam negeri maupun dalam negeri. Untuk kota impor sendiri, Bulog ditugaskan sebanyak 3,6 juta ton tahun ini.

Baca Juga  Delegasi Perdagangan Northern Territory Australia Memperkuat Hubungan dengan Indonesia

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,2 juta ton telah masuk. Kemudian 500 ribu ton beras akan masuk dalam waktu dekat.

“900 ribu ton masih mencoba kontrak. Kita usahakan semua importasi selesai sebelum Desember,” katanya. (*)