Karya “Pulang” merupakan repro lukisan Wakidi dan teknik melukis Wakidi, namun ukurannya jauh lebih besar dari lukisan Wakidi yang asli yakni 9 meter x 3 meter. Pada pameran “Pulang”, karya ini akan dipamerkan.
“Lukisan Pulang menggambarkan beberapa orang perempuan berjalan pulang dari suatu tempat dengan membawa beban junjungan menuju ke suatu tempat dan berlatar belakang alam Minangkabau,” jelas lelaki yang merupakan salah satu pendiri dari Komunitas Seni Belanak tersebut.
Menurut Yayan, kata pulang memberikan ruang kepada seniman untuk berpikir dan bereksplorasi dalam menemukan tanda-tanda visual dan mengeksekusinya dalam bentuk karya seni. Hal ini yang menjadi salah satu kurasi untuk menentukan siapa saja seniman yang akan terlibat dalam pameran. Seniman yang terlibat bukan hanya dari Komunitas Belanak saja tapi juga komunitas seni yang lainnya.
Adapun seniman yang terlibat pada pameran ini adalah mereka yang cukup aktif berkarya di dunia seni rupa. Mereka diantaranya Ahmat Sarjoni, Ahmat Sofiyan, Alberto, Alif Prayono, Angga Deka Kurnia, Angga Elpatsa, Benny Saputra, Alfarizi Andrinaldi, Dika Andrian, Edi Bonetski, Erianto, Erlangga.
Selanjutnya, Ermansyah, Ferdian Ondira Asa, Fitra Alex, Firdaus, Imam Teguh, Irvan Sawendri, Irwandi, Muhammad Ridwan, Ismail Zulfikar, Iswandi, Novando Mushil, Ridha Nur Safitri, Roni Buya, Sastra Adi Kusuma, Syahrial Yayan, Taufiq Hidayat, Thariq Munthaha, Jufri Gusrianto, dan Zekelver Muharam.
Novando Mushil, ketua Komunitas Seni Belanak menyebutkan kegiatan ini dipersiapkan kurang lebih tiga bulan. Adapun untuk pendanaan, komunitas Belanak mengumpulkannya secara sukarela mulai dari sumbangan dari alumni dan anggota, serta penjualan merchandise.





