Sementara itu, Direktur Eksekutif Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Sumatera Barat, Tommy Susanto menuturkan bahwa isu gempa megatrush sudah lama berkembang di tengah masyarakat.
“Apa yang disampaikan BMKG ini sekadar untuk mengingatkan kita kembali, terkait potensi Mentawai megathrust,” ujarnya.
Tommy mengatakan, seluruh warga untuk menyiapkan diri jika kemungkinan terburuk itu datang. Langkah yang mesti dilakukan yakni tidak langsung panik ketika gempa datang.
“Kemudian pelajari ancaman yang ada, pelajari karakter dan semacamnya, sehingga punya tahapan untuk penyelamatan diri saat terjadi gempa,” ujarnya.
Warga diimbau untuk menyiapkan rencana evakuasi keluarga. Ketika terjadi bencana dapat fokus menyelamatkan diri dan ketika kondisi sudah aman dapat bertemu di satu tempat tanpa harus mencari anggota keluarga lain.
“Siapkan tas siaga bencana, terkait dokumen penting, makanan minuman dan pakaian, sehingga ketika berada di pengungsian dapat survive hingga datang bantuan dari pihak lain,” pungkasnya. (*)





